Akhir Sebuah Cerita
Tak mampu lagi diri kupaksakan
Untuk tak pergi darimu
Tak sanggup lagi diriku bertahan
Untuk hidup bersamamu
Walau sesungguhnya diriku ini
Teramat sayang padamu
Dan sejujurnya aku menyadari
Tiada mudah
Bagi diriku melupakanmu
Menghapuskan bayangmu
Tak mudah pula bagi diriku
Untuk tak membencimu
Lelah diriku mencoba
Mempertahankan semua demi cinta
Walau terkadang diri rendah terhina
Namun diriku tak kuasa
Menerima pengkhianatan cinta
Langkah terbaik hanyalah berpisah
Biarlah cinta dan kenangan
Terkubur bersama luka
Namun tak akan ku biarkan
Diriku berputus asa
Tak mampu lagi diri kupaksakan
Untuk tak pergi darimu
Tak sanggup lagi diriku bertahan
Untuk hidup bersamamu
Walau sesungguhnya diriku ini
Teramat sayang padamu
Dan sejujurnya aku menyadari
Tiada mudah
Bagi diriku melupakanmu
Menghapuskan bayangmu
Tak mudah pula bagi diriku
Untuk tak membencimu
Tak mampu lagi diri kupaksakan
Untuk tak pergi darimu
Tak sanggup lagi diriku bertahan
Untuk hidup bersamamu
Makassar, 24 Oktober 2018
sarshofhatun
segala uji dan cobaNya tak pernah ada yang sia-sia,dibalik itu semua pasti ada hikmah dan barokahnya, bersabarlah untuk suatu keindahan.......
Jumat, 26 Oktober 2018
Rabu, 18 Desember 2013
Renungan Islami
Kawan.. mari kita merenungkan kata-kata dibawah, walau hanya beberapa kalimat tapi ini sangat bermakna dan bermanfaat. Saya yang menanpilkan tulisan dibawah ini,
bukan berarti saya tidak luput dari kesalahan. Semoga ini bermanfaat bagi kita semua..
"bersyukurlah kalau engkau dapat menempuh jalan yang diridhai oleh Allah
dalam setiap usahamu sekalipun engkau gagal dalam usahamu itu.."
"anjurkanlah kebaikan meskipun kamu belum dapat mengerjakannya dan cegahlah kemungkaran meskipun kamu belum dapat menghentikannya.."
"wahai manusia..hiduplah engkau sesuka hatimu tetapi ingatlah bahwa engkau pasti akan mati.. cintailah siapa yang engkau sukai tetapi ingatlah bahwa engkau pasti akan berpisah dengannya dan kerjakanlah apa yang engkau mau tetapi ingatlah bahwa engkau akan menerima balasan dari setiap perbuatanmu..."
"anjurkanlah kebaikan meskipun kamu belum dapat mengerjakannya dan cegahlah kemungkaran meskipun kamu belum dapat menghentikannya.."
"wahai manusia..hiduplah engkau sesuka hatimu tetapi ingatlah bahwa engkau pasti akan mati.. cintailah siapa yang engkau sukai tetapi ingatlah bahwa engkau pasti akan berpisah dengannya dan kerjakanlah apa yang engkau mau tetapi ingatlah bahwa engkau akan menerima balasan dari setiap perbuatanmu..."
big thank to Allah SWT, orang tua tercinta, teman-teman sekalian, dan buat si kakak yang jauh disana, thanks buat pelajaran berharganya selama ini :)hhe
Karena Cermin Tak Pernah Berdusta
Siapakah yang tidak pernah melihat atau menggunakan cermin? Pastilah
semua orang sudah pernah. Setiap pagi, sebelum saya berangkat keluar
rumah, saya tak pernah lupa memandang ke cermin untuk melihat bagaimana wajah
saya, bagaimana pakaian saya, sudah rapi atau
belum. Begitu menemukan ada sesuatu yang tidak bagus, maka saya akan
segera merapikannya. Setelah semuanya rapi, barulah saya menyiapkan yang
lain dan melangkah keluar......
ku bercermin dlu bukan berarti jelek loooh...ho.ho.ho.ho nextttt sob^_^
Cermin tak pernah berdusta. Apa yang terlihat di cermin adalah pantulan sebenar-benarnya dari benda di depannya. Maka tak heran, siapa pun akan menerima koreksi sang cermin, dan serta merta akan memperbaiki penampilan. Itulah cermin yang ada di lemari pakaian, ada di kendaraan, ada di toko-toko dan berbagai tempat lainnya.
Cermin di atas adalah cermin yang diam, yang tak bisa berkata-kata, yang tak bisa berekspresi, hanya memantulkan bayangan. Namun, dalam kehidupan ini ada cermin yang mampu berjalan, berbicara, serta berekpresi. Cermin itu adalah orang-orang yang kita temui dalam kehidupan kita.
Terkadang, kita menemukan orang lain yang berwajah ramah, bertingkah laku sopan. Memandangnya, berbicara dengannya, membuat hati senang dan tenang. Namun adakalanya pula kita menemukan orang lain dengan wajah yang kasar, judes, tingkah lakunya pun membuat kita dongkol. Lantas, bisakah kita bercermin kepada mereka?
Bisakah kita mengembalikan apa yang kita terima dari orang lain tersebut merupakan apa yang pernah kita berikan kepada orang lain pula, hanya saja waktu, tempat, dan orang yang berbeda. Bukankah ada hukum kekekalan energi? Apa yang kita tuai adalah apa yang pernah kita tanam.
ku bercermin dlu bukan berarti jelek loooh...ho.ho.ho.ho nextttt sob^_^
Cermin tak pernah berdusta. Apa yang terlihat di cermin adalah pantulan sebenar-benarnya dari benda di depannya. Maka tak heran, siapa pun akan menerima koreksi sang cermin, dan serta merta akan memperbaiki penampilan. Itulah cermin yang ada di lemari pakaian, ada di kendaraan, ada di toko-toko dan berbagai tempat lainnya.
Cermin di atas adalah cermin yang diam, yang tak bisa berkata-kata, yang tak bisa berekspresi, hanya memantulkan bayangan. Namun, dalam kehidupan ini ada cermin yang mampu berjalan, berbicara, serta berekpresi. Cermin itu adalah orang-orang yang kita temui dalam kehidupan kita.
Terkadang, kita menemukan orang lain yang berwajah ramah, bertingkah laku sopan. Memandangnya, berbicara dengannya, membuat hati senang dan tenang. Namun adakalanya pula kita menemukan orang lain dengan wajah yang kasar, judes, tingkah lakunya pun membuat kita dongkol. Lantas, bisakah kita bercermin kepada mereka?
Bisakah kita mengembalikan apa yang kita terima dari orang lain tersebut merupakan apa yang pernah kita berikan kepada orang lain pula, hanya saja waktu, tempat, dan orang yang berbeda. Bukankah ada hukum kekekalan energi? Apa yang kita tuai adalah apa yang pernah kita tanam.
Selasa, 17 Desember 2013
Puisi...
Harapan dan Kenyataan
hidupku dalam nyata
mimpiku dalam khayal
menari begitu indah
menunggu seberkas sinar hingga datang menghampiri
salahkah jika aku berharap mimpiku dalam nyata?
dan khayalku adalah kehidupanku
aku tak berdaya
tatapku kosong ratapku hampa
hingga tanya mengusik hati
akankah sinar itu datang menghampiri?
ataukah hanya khayalan semata
namun aku tahu
bulan tidak memantulkan cahayanya sendiri
bulan hanya memantulkan cahaya matahari
bahkan bulan tidak dapat menerangi bumi
layaknya matahari menerangi bumi di siang hari
ku hapus perih linangan ini
dalam diam seribu bahasa ku
mencoba menghidupkan hati yang telah mati
meyakinkan diri bahwa
cahaya bulan pun dapat terlihat jelas
meskipun hanya di gelapnya malam
Langganan:
Komentar (Atom)


.jpg)